#6 REFLECTION

Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian merencanakan dengan baik. Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian rajin dan tidak menyerah. Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungin. Tapi mimpi tanpa rencana action hanya akan membuat anak istri kalian lapar. Kejar mimpi kalian. Rencanakan. Kerjakan. Kasih deadline.
-Sabtu Bersama Bapak-

Advertisements

#3 #REFLECTION. Tentang Kebergantungan

Malam ini saya mengantarkan kedua orang tua ke Stasiun Purwokerto untuk kembali ke Jakarta. Ayah dan ibu menggunakan kereta api dengan waktu keberangkatan lewat tengah malam. Tentunya orang tua saya khawatir, karena saya harus pulang *sendirian* pada larut malam.

Terbesit sejenak di benak saya, misalkan saya memiliki seseorang yang selalu ada (selain keluarga) siap sedia dan siaga untuk membantu saya.. pasti orang itu juga dengan tulus ikhlas siap menemani dan berinisiatif tanpa diminta. Saya pernah ada di fase memiliki ‘orang tersebut’. Terkadang ya memang ia menjadi sosok yang dengan sukarela menawarkan bantuan, seperti halnya andai saya menjadi ia, saya pun akan melakukan hal yang sama. Namun pada kenyataannya sering kali juga, ia tidak dapat hadir ditengah-tengah saya dan membersamai saya dan keluarga. Bahkan ketika kita memilikinya. Akhirnya semua itu kembali kepada point of view masing-masing pribadi untuk memilih apakah kita harus selalu merasa bergantung atau tidak.

Lalu, kenapa tidak mengajak sahabat-sahabat dan teman terdekat untuk dimintai tolong? Sejujurnya hal tersebut membuat saya kurang nyaman.. karena sebagai sesama perempuan, disamping saya juga merasa masih mampu untuk melakukannya sendiri dibanding harus merepotkannya..

Jadi sudah dapat ditarik kesimpulannya.

– Purwokerto, 11 November 2017-

Pojok jendela berteralis

#1 #REFLECTION

Setelah menjalani 7 stase di dunia perkoasan..baru kali ini merasakan.. bagaimana pasien yang kita periksa setiap hari..yang kita follow-up setiap hari..mengikuti perkembangan dan perjalanannya dari awal datang hingga akhirnya pulang (dengan keadaan apapun)…yang kita laporkan kepada konsulen..ternyata ditakdirkan oleh-Nya jalan yang berbeda..yang mungkin tidak sesuai dengan harapan keluarganya..

QS (3:185)
.
.
.
Al-Fatihah